Monday, 16 September 2019

Jonathan Rea





     Mendengar nama Jonathan Rea mungkin bagi pecinta olahraga kebanyakan masih sangat asing, namun bagi penggemar balap motor khususnya ajang Superbike nama Rea sudah tidak asing lagi. Di ajang balap motor Superbike yang cukup populer tersebut Rea tercatat sudah 4 kali sukses menjadi juara dunia yang diraihnya secara beruntun dari kurun waktu 2015 hingga 2018.
       Rea sendiri lahir pada 2 Febuari 1987 di kota Ballynure, Irlandia Utara. Selain tampil di ajang Superbike, Rea juga sempat tampil di ajang Moto GP tahun 2012 meskipun hanya sebagai pebalap pengganti dan hanya tampil di dua balapan saja yakni di San Marino dan di Aragon, Spanyol. Namun walaupun berstatus pebalap pengganti performa Rea bisa dibilang cukup baik dengan berhasil meraih 17 poin. Rea sendiri tampil di dua balapan tersebut menggantikan pebalap Repsol Honda yang kala itu tengah mengalami cedera Casey Stoner. Sebelum berkarir di ajang World Superbike Champhionship, Rea terlebih dahulu mengawali karir balapnya di ajang British Superbike Champhionship selama 3 tahun. Setelah itu Rea beralih ke ajang balap motor lain yakni World Supersport Champhionship pada tahun 2008 dan keluar sebagai runner up di akhir musim dengan torehan 164 poin.
       Selepas keluar menjadi runner up di ajang World Supersport 2008, barulah pada tahun 2009 Rea memulai karirnya di ajang World Superbike Championship bersama tim Honda. Namun sayang performa Rea bersama tim Honda tidaklah istimewa, alhasil selama 6 tahun bersama Honda Rea tidak mampu sekalipun keluar sebagai juara dunia Superbike.
       Tidak mau karirnya mengalami stagnasi, akhirnya pada tahun 2015 Rea memutuskan hijrah ke tim asal Jepang lainnya yakni Kawasaki. Keputusan Rea untuk pindah ke tim Kawasaki ternyata sangat tepat. Tak butuh menunggu waktu yang lama, di tahun pertamanya bersama Kawasaki Rea langsung sukses keluar menjadi juara dunia perdananya di ajang World Supetbike. Gelar juara dunia tersebut diraih oleh Rea seusai dirinya tampil dominan di sepanjang musim 2015 dengan meraih 14 kemenangan race serta mengumpulkan poin sebanyak 548 poin. Tak berhenti disitu saja, dominasi Rea bersama Kawasaki di ajang World Superbike terus berlanjut di 3 tahun berikutnya. Dimana dalam kurun waktu 2016 hingga 2018 Rea sukses keluar sebagai juara dunia Superbike secara berturut turut. Dengan capaian tersebut Rea pun tercatat menjadi pebalap pertama di sepanjang sejarah yang mampu menjuarai ajang Superbike sebanyak 4 kali.
      Dominasi Rea di ajang Superbike nampaknya masih akan berlanjut pada tahun 2019 ini. Meski tidak terlalu dominan dibanding tahun tahun sebelumnya, tercatat hingga saat ini Rea untuk sementara masih memimpin posisi teratas klasemen pebalap dengan 490 poin unggul 91 poin atas saingan utamanya Alvaro Bautista. Akankah tahun ini Rea meraih gelar juara dunia Supetbike kelimanya?, kita nantikan saja hingga akhir musim Superbike tahun 2019 ini.
       Demikianlah akhir pembahasan singkat kita kali ini tentang pebalap jawara World Superbike 4 kali Jonathan Rea. Semoga pembahasan kita kali ini bermanfaat bagi kita semua.

Friday, 6 September 2019

Marc Marquez




       Marc Marquez adalah sosok pebalap muda yang kini tengah mendominasi ajang balap motor paling prestisius di dunia yakni Moto GP. Kehebatan Marquez di dunia balap motor tak perlu diragukan lagi, tercatat dalam 6 tahun terakhir Marquez sudah sukses menjadi juara dunia Moto GP sebanyak 5 kali yang 3 diantaranya diraih dalam 3 tahun terakhir. Dan dominasi Marquez masih berlanjut di tahun ini, dimana untuk sementara Marquez masih memuncaki klasemen pebalap Moto GP dengan keunggulan poin cukup signifikan.
       Marquez lahir di Cervera, Spanyol 17 Febuari 1993 dan memulai karir balapnya di Moto GP pada tahun 2008 bersama tim KTM. Pada tahun 2008 Marquez memulai karirnya di Moto GP dari kelas 125 cc atau yang saat ini lebih dikenal dengan kelas Moto 3. Namun di musim pertamanya di kelas 125 cc, Marquez gagal meraih gelar juara dan pada tahun 2009 Marquez kembali gagal meraih juara. Namun meski gagal juara di dua tahun tersebut, Marquez tak pernah menyerah dan terus meningkatkan performanya. Dan semangat tak pantang menyerah Marquez akhirnya membuahkan hasil pada musim ketiganya di kelas 125 cc yakni pada tahun 2010. Pada tahun tersebut Marquez berhasil menjadi juara kelas 125 cc dengan perolehan 310 poin.
       Usai juara kelas 125 cc pada tahun 2010, Marquez memutuskan untuk naik kelas ke kelas Moto 2 pada tahun 2011 bersama tim Suter Honda. Namun musim pertamanya di kelas Moto 2 tidak berlangsung mulus dan pada akhir musim Marquez gagal juara dan hanya berada di rangking kedua dibawah juara Moto 2 kala itu Stefan Bradl. Namun kegagalan Marquez segera berganti menjadi kesuksesan pada tahun berikutnya. Pada tahun keduanya di ajang Moto 2 atau lebih tepatnya pada tahun 2012, Marquez sukses menjadi juara dunia kelas Moto 2. Marquez sukses keluar menjadi juara kelas Moto 2 usai terlibat persaingan ketat dengan rivalnya kala itu Pol Espargaro di sepanjang musim. Marquez sendiri kala itu keluar sebagai juara Moto 2 dengan torehan 9 kemenangan seri, 7 kali raihan pole position, serta sukses mengumpulkan 328 poin di akhir musim.
        Berkat performanya yang cukup ciamik di kelas Moto 2, tim Repsol Honda pun tak ragu untuk merekrutnya tampil di kelas utama Moto GP. Keputusan tim Repsol Honda tersebut ternyata sangat tepat. Tak butuh waktu lama, di musim debutnya di kelas utama Moto GP Marquez langsung sukses keluar sebagai juara dunia Moto GP. Marquez sukses menjadi juara usai berhasil mengungguli dua pebalap berpengalaman yakni Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa di klasemen akhir pebalap. Kesuksesan Marquez kembali berlanjut pada tahun 2014, dimana pada tahun ini Marquez kembali keluar sebagai juara dunia Moto GP. Dan gelar juara tersebut terasa semakin berkesan dikarenakan ia sukses menjadi juara dunia setelah mengungguli idolanya Valentino Rossi yang pada musim tersebut hanya menjadi runner up.
       Namun sayang masa masa indah Marquez harus terhenti pada musim 2015. Hal tersebut terjadi usai Marquez gagal meraih gelar juara dan hanya berada di posisi ketiga kalah bersaing dengan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Sebenarnya penampilan Marquez di musim tersebut tidak terlalu buruk, hanya saja di musim tersebut Marquez sering mengalami crash atau kecelakaan. Selain gagal menjadi juara, pada tahun tersebut Marquez juga terlibat perseteruan hebat dengan Valentino Rossi dan perseteruan itupun sangat tersohor hingga sekarang.
       Namun masa sulit yang dialami Marquez berakhir pada tahun 2016 usai kembali sukses menjadi juara dunia. Pada tahun tersebut Marquez tampil mendominasi dengan raihan 298 poin. Dan kesuksesan Marquez berlanjut di tahun 2017 dan 2018 usai sukses kembali menjadi juara dunia secara beruntun. Ada yang unik dari dua gelar terakhir yang diraih Marquez tersebut, dimana dalam dua musim tersebut Andrea Dovizioso berturut turut menjadi runner up. Dan dominasi Marquez kembali berlanjut pada musim 2019 yang saat ini masih berlangsung. Dimana tercatat hingga 12 balapan yang telah berlangsung, Marquez sukses memenangi 6 balapan diantaranya dan telah mengumpulkan total 250 poin. Dan banyak pengamat memprediksi di akhir musim 2019 nanti Marquez akan kembali menjadi juara dunia kelas utama Moto GP untuk kali keenam. Prediksi banyak pengamat tersebut tentunya sangat beralasan. Melihat performa Marquez saat ini yang sangat stabil dan luar biasa serta telah unggul 78 poin dari pesaing terdekatnya yakni Andrea Dovizioso, kalau tidak ada insiden bearti rasa rasanya gelar juara dunia kelas utama Moto GP keenam Marquez tinggal menunggu waktu saja.
       Selain torehan gelar juara dunia diatas, Marquez yang berjulukan The Baby Alien ini juga sukses meraih sejumlah rekor. Rekor rekor yang diraih Marquez diantaranya menjadi pebalap termuda yang sukses menjadi juara di kelas utama Moto GP, pebalap termuda yang sukses mempertahankan gelar juara kelas utama Moto GP, pebalap dengan koleksi kemenangan terbanyak dalam satu musim di kelas utama Moto GP, serta juga menjadi pebalap kelas utama Moto GP kelima dengan jumlah kemenangan seri  terbanyak dengan 70 kemengan seri.
       Demikianlah akhir dari pembahasan singkat kita kali ini tentang sosok pebalap berbakat dari ajang balap motor paling bergengsi di dunia yakni Moto GP bernama lengkap Marc Marquez Alenta. Semoga pembahasan kita kali ini bermanfaat.