Tuesday, 30 July 2019

Roger Federer





      Roger Federer merupakan sosok legenda hidup tenis dunia yang masih aktif sampai sekarang. Federer yang pernah menjadi rangking satu dunia ini, kini berada di rangking tiga dunia dengan koleksi 7460 poin. Meskipun termasuk petenis senior, performa Federer bisa dibilang masih konsisten dan kompetitif.
       Petenis peraih perak Olimpiade London 2012 ini lahir pada 8 Agustus 1981 di kota Binnengen, Swiss. Federer memulai karir profesionalnya di kancah tenis dunia pada tahun 1998. Namun sebelum memulai karir secara profesional, Federer telah berkarir terlebih dahulu di dunia tenis level amatir semenjak berusia 6 tahun. Pencapaian tertinggi Federer di level tenis amatir adalah saat dirinya berhasil menjuarai kejuaraan Wimbledon junior tahun 1998.
       Dua tahun setelah memulai karir profesional di dunia tenis, Federer sukses menembus babak semi final di ajang Olimpiade Sydney tahun 2000. Setelah selalu gagal meraih gelar juara, akhirnya pada tahun 2001 Federer sukses meraih gelar juara major untuk kali pertama. Gelar perdana Federer tersebut diraih pada salah satu turnamen ATP yang dihelat di kota Milan, Italia. Di tahun yang sama Federer juga berhasil menembus fase perempat final di turnamen Grand Slam Perancis Terbuka dan Wimbledon.
       Pada tahun 2003 Federer sukses meraih gelar juara di ajang Grand Slam Wimbledon untuk pertama kali. Pada tahun yang sama Federer juga sukses memenangi turnamen di Houston, Amerika Serikat serta membawa negaranya lolos ke babak semi final Piala Davis.
       Setelah melewati tahun 2003 yang impresif, performa apik Federer terus berlanjut di tahun 2004. Dimana pada tahun 2004 ini Federer sukses memenangi tiga dari empat turnamen level Grand Slam yakni masing masing di ajang Australia Terbuka, Amerika Serikat Terbuka, dan Wimbledon. Selain tiga turnamen Grand Slam tersebut, Federer juga sukses memenangj tiga gelar Masters Series. Tak hanya sampai disitu saja, tahun 2004 semakin terasa istimewa bagi Federer karena di tahun 2004 ini Federer untuk pertama kali sukses menembus rangking satu dunia. 
      Semenjak tahun 2004 hingga sekarang perjalanan karir Federer beberapa kali mengalami naik turun. Namun meski begitu hingga sekarang Federer tercatat tidak pernah keluar dari rangking 10 besar dunia dan hampir di setiap tahun Federer selalu sukses meraih gelar juara.
       Selain banyak meraih gelar juara di sepanjang karirnya hingga sekarang, Federer juga memegang sejumlah rekor di kancah tenis dunia. Rekor rekor yang masih dipegang Federer hingga saat ini diantaranya adalah rekor sebagai petenis dengan raihan gelar juara turnamen Grand Slam terbanyak sepanjang sejarah dengan raihan 20 gelar juara. Selain itu Federer juga memegang rekor sebagai salah satu dari dua petenis dunia dengan raihan gelar juara major terbanyak dengan raihan 54 gelar juara.
       Selain sukses meraih gelar gelar juara individu, Federer juga cukup sukses bersama tim nasional Swiss. Tercatat Federer sukses membawa negaranya menjuarai turnamen tenis beregu putra yakni Piala Davis pada tahun 2014 serta juga sukses dua kali menghantarkan negaranya menjuarai ajang Piala Hopman pada tahun 2001 dan 2018.
       Demikianlah pembahasan singkat kita kali ini tentang sosok petenis hebat bertabur gelar juara asal Swiss bernama Roger Federer. Semoga pembahasan kita ini bermanfaat.

Thursday, 25 July 2019

Novak Djokovic

  



      Novak Djokovic adalah sosok petenis hebat yang memiliki skill diatas rata rata. Petenis berkebangsaan Serbia ini hingga sekarang masih berada di peringkat satu dunia. Djokovic sendiri lahir di kota Beograd pada tanggal 22 Mei 1987 dan kini ia berdomisili di kota Monte Carlo, Monako.
      Djokovic memulai karir profesionalnya di dunia tenis pada tahun 2006. Tak lama setelah itu Djokovic mulai menunjukkan performa yang cukup menjajanjikan. Performa menjanjikan dari Djokovic ditunjukkanya di dua ajang Grand Slam yakni di ajang Perancis terbuka dan Wimbledon. Di dua ajang bergengsi tersebut Djokovic masing masing sukses lolos ke babak perempat final Perancis terbuka dan lolos ke babak keempat Wimbledon. Dengan capaian tersebut Djokovis berhasil menembus peringkat 50 besar dunia.
       Selang beberapa minggu dari ajang Wimbledon, Djokovic sukses memenangkan dua turnamen ATP yang salah satunya diraih diajang Amersfoort usai menaklukkan petenis asal Chile Nicolas Massu. Dengan dua gelar tersebut Djokovic sukses menembus peringkat 20 besar dunia. Pada tahun 2007 karir Djokovic terus berkembang cukup signifikan. Dimana di tahun 2007 Djokovic sukses masuk peringkat 10 besar dunia usai dirinya menjadi runner up di turnamen Indian Wells serta menjadi juara di ajang Miami terbuka.
      Tahun 2008 bisa jadi menjadi tahun yang cukup berkesan bagi Djokovic. Dimana pada tahun ini dirinya sukses meraih gelar juara Grand Slam pertamanya yakni di ajang Grand Slam Australia terbuka usai mengalahkan petenis Perancis Jo Wilfred Tsonga di laga final. Berselang tiga tahun kemudian, Djokovic kembali mencetak sejarah usai dirinya sukses meraih gelar juara di ajang paling prestisius yakni ajang Wimbledon. Kemenangan Djokovic di ajang tersebut juga sukses menghantarkan dirinya menjadi peringkat satu dunia. Semenjak menjadi peringkat satu dunia pada tahun 2011, karir Djokovic mengalami naik turun. Meski sempat beberapa kali terlempar dari peringkat satu dunia, Djokovic selalu saja memiliki cara untuk kembali menjadi peringkat satu dunia. Dan semenjak awal 2019 Djokovic sukses kembali menjadi petenis putra nomor satu dunia usai menggusur rangking satu dunia sebelumnya yakni Rafael Nadal.
       Dan hingga saat ini Djokovic tercatat sudah berhasil memenangkan 16 gelar Grand Slam termasuk gelar juara Grand Slam Wimbledon yang baru saja dimenangkannya beberapa hari yang lalu. Selain itu petenis yang sering dijuluki The Joker ini juga tercatat sebagai petenis dengan koleksi gelar major terbanyak bersama Roger Federer dengan torehan 54 gelar juara.
       Demikianlah ulasan singkat kita mengenai sosok petenis Serbia tersukses sepanjang masa bernama Novak Djokovic. Semoga ulasan singkat kita kali ini bermanfaat bagi kita semua.

Thursday, 11 July 2019

Rafael Nadal

 




     Rafael Nadal atau yang biasa dipanggil Rafa ini merupakan sosok petenis top dunia, Kemampuannya dalam olahraga tenis tak perlu diragukan lagi. Pemain yang tergolong senior ini bisa dibilang masih sangat konsisten, terbukti sampai saat ini Nadal menduduki peringkat dua dunia dibawah petenis Serbia Novak Djokovic.
       Nadal yang dijuluki raja tanah liat ini lahir di kota Mallorca pada tanggal 3 Juni 33 tahun yang lalu. Nadal mengawali karir tenisnya pada tahun 2001. Tak butuh waktu lama, kurang dari setahun sejak awal karir profesionalnya Nadal langsung sukses meraih gelar juara ATP pertamanya. Nadal sukses meraih gelar ATP pertamanya usai menaklukan petenis asal Paraguay Ramon Delgado. Seiring berjalan waktu performa Nadal terus mengalami perkembangan signifikan. Dan pada tahun 2003, Nadal sukses menembus peringkat 100 besar dunia. Pencapaian Nadal tersebut menjadikan dirinya menjadi pemain termuda kedua yang mampu menembus rangking 100 besar dunia.
       Pada tahun 2005 Nadal untuk pertama kali tampil di babak utama Wimbledon dan ia mampu menembus babak keempat. Selang dua bulan kemudian Nadal kembali tampil mengejutkan di ajang Miami Masters dengan sukses menembus babak final. Namun sayang di partai final Nadal dikalahkan petenis tangguh asal Swiss Roger Federer. Tak berhenti disitu Nadal kembali tampil impresif di dua ajang ATP bergengsi yakni di ajang Monte Carlo Masters dan Roma Masters. Berkat aksi aksi ciamiknya pada bulan Mei Nadal telah berada di rangking 5 dunia. Usai masuk 5 besar dunia, Nadal terus melanjutkan performa apiknya dengan menjuarai turnamen Grand Slam pertamanya yakni turnamen Perancis Terbuka.
      Perjalanan karir Nadal pun terus berkembang dengan pesat dan mulai diperhitungkan di kancah tenis dunia. Pada tahun 2006 Nadal sukses mengalahkan Federer di tiga turnamen ATP secara beruntun. Dan semenjak itu Nadal mulai menjadi rival utama Federer. Puncak perjalanan karir Nadal terjadi pada tahun 2008, dimana saat itu Nadal berhasil menjadi peringkat pertama dunia melampaui peringkat dari rivalnya Federer. Tak hanya sukses menembus rangking satu dunia, pada tahun tersebut Nadal sukses menjuarai ajang Grand Slam Perancis terbuka untuk kali keempat secara beruntun, menjuarai turnaman Grand Slam Wimbledon untuk kali pertama, meraih medali emas Olimpiade Beijing, serta sukses menjuarai berbagai turnamen lainnya. Dengan gelontoran gelar juara tersebut Nadal pun dinobatkan sebagai juara ATP World Tour Champion pada tahun 2008.
      Setelah itu performa Nadal mengalami naik turun. Fluktuasi performa Nadal disebabkan dirinya yang beberapa kali mengalami cedera. Meskipun sempat mengalami naik turun, secara umum perjalanan karir Nadal hingga saat ini bisa dibilang sangat stabil dan konsisten. Tercatat hingga saat ini Nadal telah sukses mengoleksi 52 gelar juara termasuk 18 gelar juara Grand Slam. Dengan capaian tersebut Nadal sukses menjadi peringkat ketiga pemain dengan jumlah gelar juara terbanyak dibawah dua seteru abadinya yakni Roger Federer dan Novak Djokovic.
      Selain jumlah gelar yang segudang, Nadal juga sukses memecahkan sejumlah rekor di dunia tenis diantaranya yakni menjadi pengoleksi gelar juara Grand Slam Perancis Terbuka terbanyak dengan total 12 gelar juara serta menjadi petenis dengan kemenangan terbanyak di lapangan tanah liat dengan 81 kemengan.
     Demikianlah ulasan singkat kita kali ini tentang petenis yang sangat mengidolakan klub sepakbola Real Madrid  ini yakni Rafael Nadal. Semoga ulasan kita kali ini bermanfaat.


Sunday, 7 July 2019

Sebastian Loeb





     Sebastian Loeb adalah sosok legenda di dunia balap mobil reli khususnya di ajang WRC. Di ajang WRC Loeb telah sukses 9 kali keluar sebagai juara dunia. Berkat kehebatannya tersebut, nama Sebastian Loeb sering disejajarkan dengan legenda balap mobil formula asal Jerman Michael Schumacher.
       Loeb lahir pada 26 Februari 1974 di negeri Napoleon Bonaparte yakni Perancis. Loeb mengawali karirnya di ajang WRC pada tahun 1999. Namun pada tahun 1999 Loeb hanya berstatus srbagai pembalap pengujj tim Citroen bersama co-drivernya saat itu Daniel Elena. Setelah berstatus pembalap penguji selama 3 tahun, barulah pada tahun 2002 Loeb berstatus pembalap utama tim Citroen dan tampil penuh di sepanjang musim. Pada musim 2002 performa Loeb bisa dikatakan cukup baik, bahkan pada musim debutnya tersebut Loeb sukses meraih kemenangan seri pertamanya di ajang WRC tepatnya di reli Jerman.
       Usai menjalani musim debut yang cukup baik, pada musim 2003 performa Loeb meningkat cukup signifikan. Pada musim keduanya tersebut Loeb bersaing ketat dengan saingannya kala itu Petter Solberg. Namun sayang di akhir musim Loeb gagal meraih gelar juara dunia usai hanya menjadi runner up dari sang juara dunia Petter Solberg.
       Setelah jadi runner up WRC pada tahun 2003, akhirnya pada tahun 2004 Loeb sukses menjadi juara dunia WRC pertamanya usai memimpin klasemen akhir pembalap. Setelah juara dunia pada tahun 2004, Loeb sukses meraih gelar juara dunia secara beruntun sampai tahun 2012. Dengan deretan gelar juara dunia dari tahun 2004 sampai 2012 tersrbut, Loeb sukses mencatatkan namanya di buku rekor WRC sebagai peraih gelar juara dunia WRC terbanyak yakni sebanyak 9 gelar. Selain rekor tersebut, pada tahun 2008 Loeb juga berhasil melampaui rekor juara dunia 4 kali beruntun milik legenda WRC Tommi Makinen dan Juha Kankkunen. Namun sayang setelah sukses menjuarai WRC 9 kali berturut turut, performa Loeb terus menurun dan tidak pernah menjadi juara dunia WRC lagi sampai dirinya pensiun pada tahun 2015.
       Sepanjang karirnya di ajang WRC, Loeb memiliki banyak rival yang tangguh tangguh. Rival rival Loeb antara lain Marcus Gronholm, Mikko Hirvonen, serta pembalap asal Perancis Sebastian Ogier. Setelah pensiun dari ajang WRC, Loeb hingga saat ini masih berpartisipasi di ajang balap mobil reli lainnya yakni di ajang World Touring Car Championship bersama tim yang membesarkan namanya Citroen.
       Demikianlah ulasan singkat kita kali ini tentang legenda hidup di dunia balap reli yakni Sebastian Loeb. Semoga prestasi dari pembalap kelahiran Perancis ini dapat menginspirasi kita semua.