Saturday, 31 August 2019

Serena Willams




      Serena Williams adalah salah satu petenis putri terhebat yang pernah ada. Kehebatan Serena di dunia tenis sudah tidak perlu diragukan lagi, sudah banyak gelar yang telah dimenangi oleh petenis yang kebetulan juga merupakan adik dari petenis putri hebat lainnya yakni Venus Williams.
      Serena sendiri lahir di negara bagian Michigan, Amerika Serikat pada tanggal 26 September 1981. Serena memulai karir profesionalnya di dunia tenis pada rahun 1995. Tak butuh waktu lama, 4 tahun pasca memulai karir tenis pro nya Serena sukses merengkuh gelar Grand Slam pertamanya yakni diajang Amerika Serikat Terbuka.
      Setelah itu perlahan lahan karir Serena mulai menanjak cukup signifikan dan ia juga sukses meraih berbagai gelar bergengsi mulai dari kejuaraan level Major hingga level Grand Slam. Dengan penampilannya yang terus menanjak, ia pun akhirnya sukses menduduki rangking satu dunia untuk pertama kali pada tanggal 8 Juli 2002. Semenjak itupun Serena menjelma menjadi petenis putri yang paling ditakuti oleh petenis petenis putri lainnya. Dan hal itu dibuktikan oleh Serena dengan sukses 8 kali menduduki rangking satu dunia dari kurun waktu 2002 hingga 2017.
      Dengan pencapaian pencapaiannya yang luar biasa tersebut, Serena mampu menggeser hegemoni sejumlah nama nama besar termasuk kakaknya sendiri Venus Williams. Namun pada 19 April 2017 Serena harus rehat sejenak dari dunia tenis karena tengah mengandung anak pertamanya.
       Pada tahun 2018 Serena akhinya come back ke dunia tenis. Tak butuh waktu lama Serena pun langsung sukses masuk partai final Wimbledon. Meski harus kalah di partai final, namun hal tersebut cukup membuat Serena melesat ke rangking 30 besar dunia. Dan semenjak itupun Serena terus memperbaiki rangkingnya hingga saat ini menduduki rangking 8 dunia. Meski terus memperbaiki performanya, namun secara umum performa Serena belumlah kembali 100% ke penampilan terbaiknya seperti sebelum ia memutuskan untuk cuti pada tahun 2017 yang lalu.
       Namun apapun itu Serena tetap dianggap sebagai petenis nomor satu dunia hingga sekarang. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari prestasi prestasi yang telah dicapainya hingga saat ini. Tercatat hingga sekarang Serena telah sukses menjuarai kejuaraan Grand Slam 23 kali dengan rincian 7 kali juara Wimbledon, 7 kali juara Australia Terbuka, 6 kali juara Amerika Serikat Terbuka, dan 3 kali juara Perancis Terbuka. Dengan 23 gelar juara tersebut, nama Serena pun terukir di buku sejarah sebagai peraih gelar Grand Slam terbanyak melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh petenis legendaris Steffi Graf.
       Tak hanya di sektor tunggal, ibu dari Akexis Olympia Ohanian ini juga cukup berprestasi di sektor ganda. Tercatat di sektor ganda Serena pernah meraih 14 titel juara Grand Slam ganda putri, 2 titel juara Grand Slam ganda campuran, 3 medali emas Olimpiade, serta 2 kali sukses menjuarai Piala Hopman pada tahun 2003 dan 2008.
      Dengan prestasi prestasi di atas bisa dibilang karir Serena di dunia tenis sangatlah sempurna. Tak heran apabila banyak pengamat olahraga menganggap Serena sebagai petenis putri terbaik dunia sepanjang masa.
       Sekianlah pembahasan singkat kita kali ini mengenai petenis putri peraih medali emas Olimpiade London 2012 bernana Serena Williams. Semoga ulasan kita kali ini bermanfaat.

Monday, 19 August 2019

Maria Sharapova

  


        Maria Sharapova adalah sosok petenis wanita yang sangat populer di dunia hingga saat ini. Tak hanya populer, Sharapova juga memiliki kemampuan mumpuni dalam dunia tenis dan bahkan Sharapova pernah menduduki rangking satu dunia. Namun sayang petenis pengoleksi 5 gelar Grand Slam ini tengah mengalami penurunan performa beberapa tahun terakhir.
       Maria Sharapova lahir di daerah Siberia, Rusia pada 19 April 1987 dengan nama lengkap Maria Yuryevna Sharapova. Sharapova mengawali karir tenis profesionalnya pada tahun 2001. Dan pada tahun 2003 Sharapova sukses meraih trofi pertama dalam karir profesionalnya di dunia tenis.
     Setelah meraih gelar Major pertamanya di tahun 2003, Sharapova sukses meraih gelar juara Grand Slam untuk kali pertama pada tahun 2004 tepatnya di ajang Wimbledon. Gelar juara Wimbledon tersebut diraih oleh Sharapova usai mengalahkan petenis unggulan kala itu Serena Williams. Selang beberapa bulan Sharapova masuk final di ajang Grand Slam Amerika Serikat Terbuka, namun sayang Sharapova kalah di partai puncak. Dan tahun 2004 ditutup Sharapova dengan menjuarai turnamen WTA Finals Tour usai menekuk Serena Williams melalui petarungan sengit tiga set.
          Pada tahun 2005 sebenarnya Sharapova gagal meraih satu pun gelar Grand Slam. Namun berkat performanya yang konsisten pada tahun 2005, Sharapova sempat berada di rangking teratas petenis putri dunia.
         Dan semenjak tahun 2005 performa Sharapova bisa dibilang cukup konsisten dan stabil. Meski tidak lagi berada di rangking satu dunia, Sharapova sukses menjuarai beberapa gelar juara baik di kejuaraan level Major maupun di kejuaraan level Grand Slam serta tidak pernah keluar dari posisi 10 besar dunia.
       Namun performa stabil Sharapova terpaksa terhenti pada tahun 2016. Hal tersebut terjadi akibat Sharapova dijatuhi hukuman skorsing dari federasi tenis dunia karena dirinya kedapatan menggunakan doping saat berlaga di ajang Grand Slam Australia Terbuka tahun 2016. Sharapova pun mendapat skorsing berupa larangan bertanding selama 24 bulan, namun beruntung bagi Sharapova hukumannya dikurangi menjadi 15 bulan usai bandingnya diterima oleh CAS atau komite arbitrase olahraga internasoinal.
       Kemudian pasca skorsingnya berakhir, Sharapova kembali turun bertanding setelah mendapat tiket Wild Card di turnamen Porsche Grand Prix 2018 di Stuggard, Jerman. Namun sayang pasca come back ke dunia tenis, performa Sharapova mengalami kemerosotan yang sangat signifikan. Dan sampai sekarang pun performa Sharapova belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Bahkan di sejumlah turnamen yang diikutinya Sharapova selalu tersingkir di babak babak awal. Performa kurang bagus Sharapova menyebabkan dirinya tercecer di rangking 97 dunia hingga saat ini. Semoga saja dalam waktu waktu kedepan Sharapova mampu mengembalikan performa bagusnya seperti dulu.
       Di luar dunia tenis, nama Sharapova sangatlah populer berkat kecantikan dan kehebatannya dalam bermain tenis tentunya. Dengan modal tersebut dirinya pun banyak menjalin kerjasama sponsorship dengan sejumlah produk produk papan atas baik produk olahraga maupun non olahraga. Sejumlah produk yang menjadi sponsor bagi Sharapova antara lain produk minuman berenergi Gatorade, produk apparel Nike, produk jus orange Tropicana, serta produk aksesoris beken asal Swiss Tag Heuer.
          Dan demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai petenis peraih medali perak Olimpiade London 2012 bernama Maria Sharapova. Semoga ulasan singkat mengenai perjalanan karir petenis cantik asal Rusia ini bermanfaat bagi kita semua.