Sunday, 31 March 2019

Marcus Gideon/ Kevin Sanjaya




      Marcus Gideon/ Kevin Sanjaya adalah pasangan ganda putra Badminton dunia asal Indonesia, pasangan yang dijuluki the minnions ini telah memenangi puluhan turnamen termasuk juga turnamen paling bergengsi yakni All England. Berkat aksi aksi luar biasa mereka, mereka saat ini menduduki rangking teratas dunia semenjak tahun 2017 lalu. Tak hanya sangat berprestasi, gaya permainan Marcus/ Kevin juga sangat atraktif, menghibur, serta juga kerap mengeluarkan pukulan pukulan tak terduga.
       Marcus sendiri lahir pada 9 Maret 1991 di kota Jakarta sedangkan Kevin lahir pada 2 Agustus 1995 di kota Banyuwangi. Marcus/ Kevin pertama kali dipasangkan sebagai ganda putra pada tahun 2015. Gelar juara pertama Marcus/ Kevin diraih paďa turnamen level Gold Prix tepatnya di ajang Chinese Taipei Terbuka tahun 2015.
       Setelah mengikuti sejumlah turnamen level Gold Prix, barulah pada tahun 2016 the minnions akhirnya tampil di turnamen level Superseries. Gelar Superseries pertama diraih oleh Marcus/ Kevin di ajang India Terbuka usai menundukkan ganda putra Indonesia lainnya yakni pasangan Angga Pratama/ Ricky Karanda. Hingga akhir 2016 Marcus/ Kevin sukses mengoleksi 3 gelar turnamen Superseries. Tahun 2016 bukan saja menjadi debut Marcus/ Kevin di turnamen Superseries melainkan juga debut bersama tim nasional Indonesia di ajang beregu Thomas Cup. Meski hanya sebagai pemain cadangan, Marcus/ Kevin tetap menjadi bagian tim nasional yang sukses menjadi runner up di ajang tersebut usai kalah 2-3 dari tim nasional Denmark.
       Memasuki tahun 2017, perjalanan karir Marcus/ Kevin mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Marcus/ Kevin yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan di kancah Badminton dunia, tiba tiba melejit menjadi pasangan ganda putra nomor satu dunia. Tercatat sepanjang tahun 2017 Marcus/ Kevin sukses memenangkan 7 turnamen Superseries termasuk turnaman bersejarah All England. Dengan catatan tersebut  Marcus/ Kevin sukses memecahkan rekor sebagai ganda putra dengan torehan gelar juara turnamen Superseries terbanyak dalam satu tahun dengan 7 gelar juara Superseries. Dengan rekor tersebut, Marcus/ Kevin mampu melampaui capaian ganda putra asal Korea Selatan yakni pasangan Lee Yong Dae/ Yu Yeon Seong yang sebelumnya memegang rekor tersebut dengan 6 gelar juara turnamen Superseries pada tahun 2015. Namun sayang catatan luar biasa tersebut sedikit tercoreng dikarenakan pada tahun 2017 Marcus/ Kevin gagal meraih gelar Superseries yang diselenggarakan di tanah air sendiri yakni pada ajang Indonesia Terbuka dan Indonesia Masters.
       Pada tahun 2018 the minnions sukses mempertahankan performa bagus mereka, dimana tahun ini Marcus/ Kevin  sukses mempertajam rekor mereka dengan berhasil menjuarai 8 turnamen level Superseries termasuk kembali menjuarai ajang All England serta juga berhasil menjuarai dua turnamen Superseries yang diselenggarakan di Indonesia yakni ajang Indonesia Terbuka dan ajang Indonesia Masters. Sebenarnya di tahun 2018 Marcus/ Kevin menjuarai satu turnamen lagi yakni ajang multi event Asian Games yang berlangsung di Indonesia, akan tetapi turnamen tersebut bukanlah bagian dari turnamen Superseries yang digelar oleh BWF. Pada tahun 2018 ini Marcus/ Kevin kembali masuk tim nasional Indonesia di ajang Thomas Cup 2018. Berbeda dari dua tahun yang lalu, kali ini Marcus/ Kevin menjadi ganda putra utama. Namun sayang, di ajang tersebut tim nasional Indonesia tersingkir di babak semi final usai dikalahkan tim nasional Tiongkok 1-3.
       Memasuki tahun 2019, performa Marcus/ Kevin masih sangat bagus. Dimana hingga memasuki bulan Maret ini Marcus/ Kevin sudah menjuarai dua turnamen Superseries. Namun yang sangat disayangkan di ajang All England 2019 beberapa minggu yang lalu, pasangan nomor satu dunia ini gagal juara usai takluk dari pasangan asal Tionkok Zhan Nan/ Liu Cheng pada babak kedua. Terlepas dari kegagalan di ajang All England tersebut, Marcus/ Kevin masih berpeluang menjuarai ajang ajang lainnya hingga akhir tahun nanti. Semoga saja Marcus/ Kevin mampu mempertahankan performa terbaiknya untuk beberapa tahun kedepan dan terus mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
       Demikianlah akhir pembahasan kita kali ini mengenai ganda putra Badminton nomor satu dunia Marcus Gideon/ Kevin Sanjaya.

Monday, 25 March 2019

Valentino Rossi

       


       Valentino Rossi adalah sosok legenda hidup di dunia balap motor khususnya di ajang Moto GP yang masih aktif sampai sekarang. Kemampuan dan kehebatan Rossi tak perlu ditanya lagi, dimana sampai sekarang ia telah mengoleksi 9 gelar juara dunia Moto GP dan 7 gelar diantaranya di kelas utama Moto GP. Pebalap yang berjulukan the doctor ini lahir di kota kecil bernama Urbino 4 dekade yang lalu. Bakat Rossi di dunia balap sendiri didapatkan dari sosok sang ayah Graziano Rossi yang juga pernah berkarir di ajang Moto GP 
       Rossi mengawali karir di Moto GP  pada tahun 1996 di kelas 125 cc bersama tim Aprilia. Musim pertama Rossi di  kelas 125 cc tidak terlalu istimewa karena ia hanya meraih satu kemenangan selama satu musim dan menduduki rangking 9 di klasemen akhir. Namun di musim keduanya Rossi sukses tampil gemilang dengan menyabet gelar juara dunia Moto GP kelas 125 cc dengan jumlah kemenangan seri sebanyak sebelas kali. Dengan prestasi tersebut Rossi pun naik ke kelas 250 cc pada musim selanjutnya.
       Di kelas 250 cc Rossi kembali berkerja sama dengan tim Aprilia. Rossi sendiri membutuhkan setidaknya dua musim di kelas 250 cc untuk naik ke kelas utama Moto GP. Dalam dua musim tersebut Rossi sukses menjadi runner up di musim 1998 dan menjadi juara dunia kelas 250 cc pada musim 1999 dengan koleksi 309 poin.
       Pada tahun 2000 Rossi melakoni debutnya di kelas utama Moto GP bersama tim asal Jepang Honda. Pada musim perdananya di kelas utama Moto GP, Rossi tampil sangat baik dengan sukses jadi rookie of the year serta juga menjadi runner up dibawah sosok legendaris Kenny Roberts Junior yang menjadi juara kala itu. Di musim berikutnya yakni musim 2001 Rossi akhirnya sukses menjadi juara dunia kelas utama Moto GP untuk pertama kali dan kemudian disusul dua gelar juara dunia lainnya di musim 2002 dan 2003.
       Pada tahun 2004 karir Rossi memasuki babak baru dengan bergabung bersama tim Yamaha. Di musim pertamanya bersama Yamaha Rossi kembali menjadi juara dunia untuk keempat kalinya secara beruntun. Pada  tahun 2005 Rossi lagi lagi menjadi juara dunia usai bersaing ketat dengan  sang runner up Sete Gibernau di sepanjang musim. Namun 5 gelar berturut turut Rossi akhirnya terhenti pada tahun 2006 setelah Rossi kalah bersaing dengan pebalap asal Amerika Serikat Nicky Hayden. Di musim berikutnya tahun 2007, Rossi kembali gagal juara dan hanya berada di rangking ketiga dibawah Stoner dan Pedrosa. Tren negatif Rossi akhirnya terhenti di tahun 2008 usai kembali jadi juara dunia dan kemudian disusul dengan juara dunia lagi pada tahun 2009. Pada musim 2009 sendiri Rossi bersaing sangat ketat dengan rekan satu timnya di Yamaha yakni Jorge Lorenzo. Namun sayang di musim 2010 Rossi kembali gagal juara. Pada awal musim 2010, Rossi sebenarnya tampil cukup apik. Namun selepas cedera parah di Mugello, penampilan Rossi menurun hingga akhir musim 2010.
       Tahun 2011 secara mengejutkan Rossi memutuskan untuk meninggalkan Yamaha dan bergabung bersama tim tanah kelahirannya yakni Ducati. Keputusan Rossi untuk bergabung bersama Ducati ternyata salah. Dimana selama dua tahun membela Ducati, performa Rossi mengalami kemerosotan. Bukan hanya gagal juara saja, selama dua tahun tersebut, Rossi pun hanya mampu meraih satu kemenangan seri saja.
       Tak mau karirnya jalan ditempat, pada tahun 2013 Rossi pun memutuskan untuk kembali ke tim lamanya Yamaha. Namun periode keduanya bersama Yamaha tidak berjalan mulus, dimana hingga tahun 2018 lalu, Rossi belum juga juara dunia lagi dan hanya sukses meraih tiga gelar runner up pada tahun 2014, 2015, dan 2016. Sinar Rossi seolah tenggelam di bawah sinar cerah pebalap muda Marc Marquez yang saat ini tengah mendominasi kelas utama Moto GP . Semoga saja pada tahun 2019 ini Rossi mampu mengakhiri dominasi Marquez dan sukses menjadi juara dunia lagi demi mengejar rekor delapan kali juara dunia milik pebalap legendaris asal Italia Giancomo Agostini.
       Sekianlah pembahasan singkat kita kali ini mengenai sosok pebalap legendaris yang identik dengan nomor 46 bernama Valentino Rossi.
       

Sunday, 17 March 2019

Krzysztof Piatek

   







       Krzysztof Piatek atau yang sering dipanggil Piatek ini adalah sosok pesepakbola muda yang saat ini tengah naik daun. Namanya sering diperbincangkan akhir akhir ini khususnya bagi pecinta sepakbola dunia.
       Piatek sendiri mengawali karir sepakbola bersama klub asal negaranya sendiri bernama Lechia Dzierzoniow. Bertahan satu musim di klub tersebut, Piatek pindah ke klub Polandia lainnya Zaglebie Lubin. Namun sayang karir Piatek bersama dua klub tersebut tidak cemerlang. Karir Piatek mulai menemui jalan terang saat bergabung bersama klub Polandia lainnya Cracovia. Bersama klub ketiganya ini ia sukses mencetak 32 gol dalam dua musim.
       Berkat penampilan bagusnya bersama Cracovia, klub asal Italia yakni Genoa pun merekrutnya pada awal musim ini. Tak butuh waktu lama, Piatek pun langsung menjadi juru gedor utama klub Genoa. Bagaimana tidak, hanya dalam 19 pertandingan saja ia telah sukses mencetak 13 gol dan ia juga sukses menyamai rekor Andriy Shevchenko pada tahun 1999 sebagai pencetak 5 gol di 4 pertandingan pertama di ajang Serie A.
       Melihat performa luar biasa Piatek bersama Genoa, klub raksasa AC Milan pun langsung membeli Piatek dari Genoa di pertengahan musim ini. AC Milan sendiri harus merogoh kocek sebesar 35 juta euro untuk memboyong Piatek ke San Siro untuk masa bakti 4 tahun kedepan. Harga Piatek sendiri melejit tajam, padahal sebelumnya hanya 4 juta euro saja. Akan tetapi harga mahal yang harus dikeluarkan oleh AC Milan ternyata tidak sia sia, dimana Piatek saat ini telah sukses mencetak 6 gol dari beberapa pertandingan saja. Tak hanya sampai disitu saja berkat aksi ciamiknya, saat ini AC Milan sukses menduduki rangking ketiga klasemen sementara Serie A serta ia juga telah sukses membawa AC Milan ke babak semifinal Copa Italia. Semoga saja Piatek mempertahankan penampilan impresifnya hingga akhir musim.
       Akibat penampilan bagusnya akhir akhir ini, Piatek pun resmi dipanggil masuk ke skuat tim nasional Polandia pada 11 September 2018 saat Polandia melakoni laga uji coba melawan Republik Irlandia. Sebulan berselang pasca laga debutnya, Piatek akhirnya berhasil mencetak gol perdananya untuk Polandia saat menghadapi Portugal di ajang Liga negara negara Eropa. Masyarakat Polandia pun sangat berharap Piatek mampu menjadi penerus Robert Lewandowski yang mulai berumur.
       Itulah akhir dari pembahasan singkat kita kali ini tentang sosok rising star asal Polandia yang belum genap berusia 25 tahun ini bernama Krzysztof Piatek.

Saturday, 16 March 2019

Mohammed Salah





       Mohammed Salah yang sering dipanggil Mo Salah ini merupakan sosok pesepakbola top yang sedang menjadi sorotan saat ini. Mo salah memiliki kemampuan olah bola yang sangat baik. Persyaratan sebagai pesepakbola handal telah dipenuhi oleh Mo Salah, mulai dari kecepatan, umpan akurat, hingga kemampuan mencetak gol yang mumpuni. 
       Mo Salah mengawali karir sepak bola bersama klub dari negara asalnya El Mokawloon. Berkat penampilan apiknya di Mesir, Mo Salah pun dilirik oleh klub asal Swiss FC Basel dan ia pun akhirnya hijrah ke klub tersebut.
       Setelah membela klub asal Swiss tersebut selama dua musim, perjalanan karir Mo Salah berlanjut bersama klub Liga Inggris Chelsea. Namun sayang penampilannya selama berseragam the blues tidak berjalan mulus, ia sangat jarang tampil dan bahkan ia sempat dipinjamkan di dua klub asal Italia yakni Fiorentina dan As Roma.
       Tak ingin karirnya jalan ditempat, di awal musim 2016/17 Mo Salah memutuskan pindah ke klub yang sempat meminjamnya dari Chelsea yakni As Roma. Keputusannya untuk bermain bersama As Roma ternyata tepat. Berkat penampilan bagusnya selama semusim membela pasukan serigala Roma tersebutlah yang akhirnya membuka jalan baginya untuk hijrah dan berseragam klub asal Liga Inggris Liverpool.
       Bersama Liverpool babak baru dalam perjalanan karir Mo Salah dimulai. Bersama klub asal kota pelabuhan ini Mo Salah seolah terlahir kembali menjadi sosok pesepakbola top, dimana kemampuan olah bolanya meningkat signifikan dari sebelumnya yang tidak terlalu istimewa. Meski sepanjang musim 2017/18 gagal menghasilkan trofi juara untuk Liverpool, namun kehebatannya dalam mencetak gol tetap saja menjadikannya sosok hebat yang mengejutkan dunia. Selain itu Mo Salah pun sukses meningkatkan performa klubnya ke level yang lebih kompetitif. Seperti yang telah dibahas sebelumnya meski gagal meraih trofi, ia sukses membawa Liverpool menempati 4 besar di Liga Inggris serta membawa juga the reds ke babak final Liga Champions Eropa sebelum akhirnya dikalahkan Real Madrid dengan skor 3-1 di partai puncak. Dan saat ini Mo Salah tengah berjuang bersama klubnya Liverpool untuk musim kedua. Saat ini ia bersama Liverpool tengah berburu trofi Liga Inggris yang sudah lama tidak pernah diraih oleh klubnya tersebut serta tak lupa ia juga tentunya ingin menebus kegagalannya di final Liga Champions Eropa musim lalu. Tak hanya untuk klub penampilan apiknya juga berimbas pada dirinya yang sukses meraih sejumlah penghargaan individu mulai dari top skor Liga Inggris, pemain terbaik Ljga Inggris, hingga pemain terbaik Afrika tahun 2018.
       Aksi ciamiknya tak hanya di level klub, di level tim nasional juga sama. Di tahun 2017 ia sukses menghantarkan negaranya Mesir menjadi runner up Piala Afrika dan kemudian berlanjut dengan membawa Mesir lolos ke Piala Dunia 2018 setelah negaranya absen lebih dari setengah abad di ajang bergengsi tersebut. Namun sayang seribu sayang performa Mo Salah di Piala Dunia mengalami penurunan, alhasil ia gagal membawa negaranya lolos ke babak 16 besar dan tak meraih satu poin pun di babak penyisihan grup. Walau begitu performanya yang menurun di Piala Dunia Rusia 2018 masih termaafkan. Hal tersebut dikarenakan Mo Salah saat itu baru sembuh dari cedera yang didapatnya di pertai final Liga Champions Eropa beberapa pekan sebelum ajang Piala Dunia dimulai.
       Terlepas dari itu Mo Salah tetaplah sosok pesepakbola hebat yang menjadi pusat perhatian dunia khususnya para pencinta sepakbola. Demikianlah akhir pembahasan kita kali ini mengenai pesepakbola hebat bernama lengkap Mohammed Salah Ghaly.
       

Wednesday, 6 March 2019

Cristiano Ronaldo



   Cristiano Ronaldo adalah sosok pesepakbola hebat yang sudah sangat populer. Pemain yang identik dengan nomor 7 ini sekarang tengah melakoni karirnya bersama klub Turin Juventus. Nama Ronaldo saat ini sedang jadi sorotan berkat aksi ciamiknya bersama Juventus khususnya di Liga Italia yangmana untuk sementara Ronaldo memimpin daftar top skor dengan 19 gol.
       Sebelum berseragam Juve, Ronaldo telah membela sejumlah klub dari berbagai negara. Ronaldo memulai karirnya bersama klub Sporting Lisbon pada tahun 2001. Setelah menghabiskan dua musim di klub pertamanya, Ronaldo hijrah ke klub Manchester United yang saat itu diasuh oleh Sir Alex Ferguson. Di klub asal kota Manchester ini karir si nomor tujuh meroket tajam dan puncaknya terjadi pada musim 2007/2008 dimana saat itu Ronaldo sukses menghantarkan klubnya the reds devil meraih treble winner. Tak hanya untuk klub, secara individu ia juga meraih gelar FIFA Ballon d'or pada tahun 2008.
       Penampilan luar biasa CR7 bersama skuat setan merah  menarik perhatian klub raksasa Spanyol Real Madrid. Klub asal Spanyol itu pun akhirnya merekrutnya pada tahun 2009 dengan mahar 1,1 triliun yang sempat menjadikannya pemain termahal di dunia saat itu sebelum dipecahkan Gareth Bale lima tahun setelahnya. Banderol mahal Ronaldo ternyata tidak sia sia dikeluarkan oleh Madrid berkat penampilannya yang sangat luar biasa dan konsisten mencetak gol. Selama tampil bersama el real kurang lebih 9 tahun, ia sukses memberikan banyak trofi termasuk 4 trofi Liga Champions dan 4 trofi Piala Dunia Antar Klub. Tak hanya disitu saja ia pun sukses menjadi top skor sepanjang masa Real Madrid melampui pemegang rekor sebelumnya Raul Gonzalez. Bersama klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu ini, ia juga berhasil meraih empat titel FIFA Ballon d'or . Namun masa indah Ronaldo selama 9 musim bersama Madrid berakhir di awal musim ini setelah memutuskan untuk pindah ke Juventus. Seperti yang kita bahas diawal, penampilan Ronaldo bersama Juventus langsung nyetel dengan gelontoran golnya. Bahkan belum genap satu musim ia telah memberi Juve gelar Supercopa Italia bulan Desember lalu.
      Tak hanya karirnya di klub, karirnya bersama timnas Portugal juga bisa dikatakan cukup baik. Setelah dirinya selalu gagal merengkuh gelar juara bersama timnas Portugal di berbagai turnamen, akhirnya pada tahun 2016 Ronaldo sukses merengkuh gelar jawara Eropa usai menang tipis atas tim tuan rumah saat itu Perancis. Selain memberi titel perdana bagi negaranya, Ronaldo juga berhasil menjadi top skor sepanjang masa timnas Portugal yang sebelumnya telah dipegang oleh legenda timnas Portugal Eusebio selama beberapa dekade.
       Demikianlah akhir pembahasan kita tentang sosok pesepakbola top kelahiran Madeira Cristiano Ronaldo.