Jorge Lorenzo atau yang sering dipanggil dengan julukan Por Fuera ini adalah sosok pebalap tangguh dari ajang Moto GP. Namun sayang pebalap tangguh ini baru saja menyudahi karirnya di ajang tersebut pada November 2019 yang lalu. Lorenzo sendiri tercatat sukses meraih 5 gelar juara dunia selama berkarir di ajang Moto GP yang 3 diantaranya diraih pada kelas utama.
Lorenzo sendiri lahir di kota Palma, Spanyol 4 Mei 1987. Lorenzo mengawali karir di ajang Moto GP pada tahun 2002 di kelas 125 cc bersama tim Derbi. Selama berkarir di kelas 125 cc dari tahun 2002 sampai 2004 performa Lorenzo bisa dibilang tidak istimewa, bahkan selama 3 tahun berkarir di kelas tersebut Lorenzo hanya mampu 4 kali memenangi balapan. Prestasi terbaik Lorenzo hanyalah sukses menembus 4 besar klasemen akhir pebalap pada tahun 2004.
Namun meskipun begitu, tim Honda tetap memberi kesempatan bagi Lorenzo untuk naik ke kelas 250 cc atau yang saat ini dikenal dengan kelas Moto 2 pada tahun 2005. Di musin debutnya di kelas 250 cc penampilan Lorenzo lumayan bagus dan di penghujung musim 2005 sukses menempati posisi 5 di klasemen akhir pebalap dengan torehan 167 poin. Di musim keduanya di kelas 250 cc, Lorenzo memutuskan untuk pindah ke pabrikan Aprilia. Keputusan Lorenzo untuk pindah ke Aprilia ternyata sangat tepat, dimana di pabrikan Aprilia inilah karir Lorenzo melesat. Bersama pabrikan Aprilia, Lorenzo sukses keluar sebagai juara dunia kelas 250 cc 2 tahun berturut turut tepatnya pada tahun 2006 dan tahun 2007.
Berkat 2 gelar juara dunia di kelas 250 cc tersebut, tim Yamaha akhirnya merekrut Lorenzo ke kelas utama pada tahub 2008 dan diduetksn dengan pebalap top Valentino Rossi. Penampilan debut Lorenzo di kelas utama sangatlah impresif dimana ia sukses menempati posisi 4 di klasemen akhir pebalap dan dinobatkan sebagai Rookie Of The Year atau pebalap pendatang baru terbaik. Musim berikutnya penampilan Lorenzo semakin meningkat. Di musim 2009 ini Lorenzo tampil sangat energik dan terlibat persaingan ketat dengan Rossi dalam perebutan gelar juara dunia kelas utama Moto GP hingga akhir musim. Salah satu duel legendarisnya dengan Rossi terjadi di seri Catalunya, yangmana saat itu ia harus mengakui kemenangan Rossi setelah terlibat aksi salip menyalip hingga tikungan terakhir. Dan pada akhir musim 2009 tersebut Lorenzo harus puas menyandang predikat runner up dibawah sang juara dunia saat itu Rossi.
Karir Lorenzo terus berlanjut pada tahun 2010. Pada awal awal musim 2010 Lorenzo sempat bersaing ketat kembali dengan Rossi, namun pasca Rossi mengalami cedera parah di Mugello Lorenzo seperti berlari sendirian di perburuan gelar juara. Saingan lain seperti Pedrosa dan Stoner tak mampu membendung laju kencang Lorenzo. Alhasil pada akhir musim 2010 Lorenzo berhasil merengkuh gelar juara dunia kelas utama Moto GP untuk yang pertama di sepanjang karirnya dengan 383 poin. Tak hanya itu saja, pada musim 2010 tersebut Lorenzo juga sempat mencetak rekor sebagai pebalap dengan capaian poin terbanyak di ajang Moto GP sebelum rekor tersebut dipatahkan oleh Marc Marquez pada tahun 2019 yang lalu.
Setelah menjadi runner up Stoner pada musim 2011, pada musim 2012 Lorenzo kembali sukses meraih gelar juara dunia kelas utama Moto GP untuk kali kedua. Pada musim 2012 tersebut Lorenzo sukses memenangkan 6 balapan serta mengumpulkan 350 poin.
Namun performa Lorenzo sedikit mengalami penurunan prestasi pada tahun 2013 dan 2014. Dimana pada 2 tahun tersebut Lorenzo gagal keluar sebagai juara dunia dan harus mengakui kedikdayaan si Wonder Kid Marc Marquez yang sukses menjadi juara dunia 2 musim beruntun.
Setelah absen menjadi juara dunia 2 tahun beruntun, akhirnya Lorenzo kembali juara dunia kelas utama Moto GP pada tahun 2015. Di musim yang penuh drama tersebut, Lorenzo sukses menjadi peringkat teratas mengungguli Rossi dan Marquez. Salah satu drama yang dalam tanda kutip sangat menguntungkan Lorenzo terjadi di seri Malaysia. Di seri tersebut Rossi terlibat insiden besar dengan Marquez yakni insiden dimana Rossi dengan sengaja menendang motor Marquez hingga marquez terjatuh dan gagal finis. Dan seusai balapan, Rossi pun dijatuhi hukuman pengurangan 3 poin serta harus start dari urutan paling belakang di seri terakhir. Tentunya dengan hukuman yang didapat Rossi tersebut sangatlah menguntungkan bagi Lorenzo. Lorenzo pun tak menyia nyiakan kesempatan tersebut, di seri terakhir yang dihelat di Valencia Lorenzo sukses memenangkan balapan. Meskipun Rossi tampil luar biasa dengan finis di urutan keempat setalah harus memulai balapan dari posisi paling belakang, hal tersebut tak cukup untuk menghentikan keperkasaan Lorenzo yang sukses keluar menjadi juara dunia kelas utama Moto GP untuk yang ketiga kalinya.
Namun setelah itu karir Lorenzo mengalami penurunan. Pada musim 2016 Lorenzo hanya mampu menempati posisi 3 klasemen akhir pebalap dibawah sang juara dunia Marquez dan Rossi. Pada tahun 2017 Lorenzo secara mengejutkan meninggalkan tim yang telah membesarkan namanya yakni Yamaha menuju tim asal Italia Ducati. Namun keputusan berani Lorenzo tersebut ternyata salah. Dan performa Lorenzo selama 2 musim bersama Ducati justru terus mengalami kemunduran. Dimana pada musim 2017 dan 2018 tersebut Lorenzo hanya menempati peringkat 7 dan 9 di klasemen akhir pebalap serta hanya mampu menang di 3 balapan dari total 32 balapan yang ia ikuti dalam 2 tahun.
Tak mau karirnya terus mengalami kemunduran, akhirnya pada musim 2019 Lorenzo resmi hijrah ke tim asal Jepang Repsol Honda. Keputusan Lorenzo ini sempat memberi harapan besar bagi fansnya untuk kembali melihat kebangkitan Por Fuera. Namun sayang alih alih bangkit justru bersama tim Repsol Honda ini performa Lorenzo semakin mengalami kemerosotan. Kemerosotan Lorenzo ini disebabkan dua faktor utama, faktor pertama disebabkan sulitnya dirinya untuk beradaptasi dengan motor Repsol Honda dan faktor kedua tentunya cedera yang terus dialaminya di sepanjang musim. Dan pada musim tersebut Lorenzo hanya mampu meraih 28 poin tanpa meraih 1 kali podium pun serta hanya menempati rangking 19 di klasemen akhir pebalap.
Karena keadaan fisiknya yang terus menurun, akhirnya Lorenzo memutuskan untuk pensiun dari ajang balapan terakbar di dunia yakni Moto GP pada akhir musim 2019. Meski akhir karirnya di Moto GP tak berlangsung mulus, sosok Lorenzo tetaplah sosok pebalap hebat dan aksi aksinya selama ini akan terus diingat khususnya bagi penggemar setia Moto GP sampai kapanpun.
Demikianlah akhir dari pembahasan singkat kita kali tentang pebalap hebat asal tanah matador bernama Jorge Lorenzo. Semoga pembahasan kita ini bermanfaat.




