Maria Sharapova adalah sosok petenis wanita yang sangat populer di dunia hingga saat ini. Tak hanya populer, Sharapova juga memiliki kemampuan mumpuni dalam dunia tenis dan bahkan Sharapova pernah menduduki rangking satu dunia. Namun sayang petenis pengoleksi 5 gelar Grand Slam ini tengah mengalami penurunan performa beberapa tahun terakhir.
Maria Sharapova lahir di daerah Siberia, Rusia pada 19 April 1987 dengan nama lengkap Maria Yuryevna Sharapova. Sharapova mengawali karir tenis profesionalnya pada tahun 2001. Dan pada tahun 2003 Sharapova sukses meraih trofi pertama dalam karir profesionalnya di dunia tenis.
Setelah meraih gelar Major pertamanya di tahun 2003, Sharapova sukses meraih gelar juara Grand Slam untuk kali pertama pada tahun 2004 tepatnya di ajang Wimbledon. Gelar juara Wimbledon tersebut diraih oleh Sharapova usai mengalahkan petenis unggulan kala itu Serena Williams. Selang beberapa bulan Sharapova masuk final di ajang Grand Slam Amerika Serikat Terbuka, namun sayang Sharapova kalah di partai puncak. Dan tahun 2004 ditutup Sharapova dengan menjuarai turnamen WTA Finals Tour usai menekuk Serena Williams melalui petarungan sengit tiga set.
Pada tahun 2005 sebenarnya Sharapova gagal meraih satu pun gelar Grand Slam. Namun berkat performanya yang konsisten pada tahun 2005, Sharapova sempat berada di rangking teratas petenis putri dunia.
Dan semenjak tahun 2005 performa Sharapova bisa dibilang cukup konsisten dan stabil. Meski tidak lagi berada di rangking satu dunia, Sharapova sukses menjuarai beberapa gelar juara baik di kejuaraan level Major maupun di kejuaraan level Grand Slam serta tidak pernah keluar dari posisi 10 besar dunia.
Namun performa stabil Sharapova terpaksa terhenti pada tahun 2016. Hal tersebut terjadi akibat Sharapova dijatuhi hukuman skorsing dari federasi tenis dunia karena dirinya kedapatan menggunakan doping saat berlaga di ajang Grand Slam Australia Terbuka tahun 2016. Sharapova pun mendapat skorsing berupa larangan bertanding selama 24 bulan, namun beruntung bagi Sharapova hukumannya dikurangi menjadi 15 bulan usai bandingnya diterima oleh CAS atau komite arbitrase olahraga internasoinal.
Kemudian pasca skorsingnya berakhir, Sharapova kembali turun bertanding setelah mendapat tiket Wild Card di turnamen Porsche Grand Prix 2018 di Stuggard, Jerman. Namun sayang pasca come back ke dunia tenis, performa Sharapova mengalami kemerosotan yang sangat signifikan. Dan sampai sekarang pun performa Sharapova belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Bahkan di sejumlah turnamen yang diikutinya Sharapova selalu tersingkir di babak babak awal. Performa kurang bagus Sharapova menyebabkan dirinya tercecer di rangking 97 dunia hingga saat ini. Semoga saja dalam waktu waktu kedepan Sharapova mampu mengembalikan performa bagusnya seperti dulu.
Di luar dunia tenis, nama Sharapova sangatlah populer berkat kecantikan dan kehebatannya dalam bermain tenis tentunya. Dengan modal tersebut dirinya pun banyak menjalin kerjasama sponsorship dengan sejumlah produk produk papan atas baik produk olahraga maupun non olahraga. Sejumlah produk yang menjadi sponsor bagi Sharapova antara lain produk minuman berenergi Gatorade, produk apparel Nike, produk jus orange Tropicana, serta produk aksesoris beken asal Swiss Tag Heuer.
Dan demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai petenis peraih medali perak Olimpiade London 2012 bernama Maria Sharapova. Semoga ulasan singkat mengenai perjalanan karir petenis cantik asal Rusia ini bermanfaat bagi kita semua.

No comments:
Post a Comment