Valentino Rossi adalah sosok legenda hidup di dunia balap motor khususnya di ajang Moto GP yang masih aktif sampai sekarang. Kemampuan dan kehebatan Rossi tak perlu ditanya lagi, dimana sampai sekarang ia telah mengoleksi 9 gelar juara dunia Moto GP dan 7 gelar diantaranya di kelas utama Moto GP. Pebalap yang berjulukan the doctor ini lahir di kota kecil bernama Urbino 4 dekade yang lalu. Bakat Rossi di dunia balap sendiri didapatkan dari sosok sang ayah Graziano Rossi yang juga pernah berkarir di ajang Moto GP
Rossi mengawali karir di Moto GP pada tahun 1996 di kelas 125 cc bersama tim Aprilia. Musim pertama Rossi di kelas 125 cc tidak terlalu istimewa karena ia hanya meraih satu kemenangan selama satu musim dan menduduki rangking 9 di klasemen akhir. Namun di musim keduanya Rossi sukses tampil gemilang dengan menyabet gelar juara dunia Moto GP kelas 125 cc dengan jumlah kemenangan seri sebanyak sebelas kali. Dengan prestasi tersebut Rossi pun naik ke kelas 250 cc pada musim selanjutnya.
Di kelas 250 cc Rossi kembali berkerja sama dengan tim Aprilia. Rossi sendiri membutuhkan setidaknya dua musim di kelas 250 cc untuk naik ke kelas utama Moto GP. Dalam dua musim tersebut Rossi sukses menjadi runner up di musim 1998 dan menjadi juara dunia kelas 250 cc pada musim 1999 dengan koleksi 309 poin.
Pada tahun 2000 Rossi melakoni debutnya di kelas utama Moto GP bersama tim asal Jepang Honda. Pada musim perdananya di kelas utama Moto GP, Rossi tampil sangat baik dengan sukses jadi rookie of the year serta juga menjadi runner up dibawah sosok legendaris Kenny Roberts Junior yang menjadi juara kala itu. Di musim berikutnya yakni musim 2001 Rossi akhirnya sukses menjadi juara dunia kelas utama Moto GP untuk pertama kali dan kemudian disusul dua gelar juara dunia lainnya di musim 2002 dan 2003.
Pada tahun 2004 karir Rossi memasuki babak baru dengan bergabung bersama tim Yamaha. Di musim pertamanya bersama Yamaha Rossi kembali menjadi juara dunia untuk keempat kalinya secara beruntun. Pada tahun 2005 Rossi lagi lagi menjadi juara dunia usai bersaing ketat dengan sang runner up Sete Gibernau di sepanjang musim. Namun 5 gelar berturut turut Rossi akhirnya terhenti pada tahun 2006 setelah Rossi kalah bersaing dengan pebalap asal Amerika Serikat Nicky Hayden. Di musim berikutnya tahun 2007, Rossi kembali gagal juara dan hanya berada di rangking ketiga dibawah Stoner dan Pedrosa. Tren negatif Rossi akhirnya terhenti di tahun 2008 usai kembali jadi juara dunia dan kemudian disusul dengan juara dunia lagi pada tahun 2009. Pada musim 2009 sendiri Rossi bersaing sangat ketat dengan rekan satu timnya di Yamaha yakni Jorge Lorenzo. Namun sayang di musim 2010 Rossi kembali gagal juara. Pada awal musim 2010, Rossi sebenarnya tampil cukup apik. Namun selepas cedera parah di Mugello, penampilan Rossi menurun hingga akhir musim 2010.
Tahun 2011 secara mengejutkan Rossi memutuskan untuk meninggalkan Yamaha dan bergabung bersama tim tanah kelahirannya yakni Ducati. Keputusan Rossi untuk bergabung bersama Ducati ternyata salah. Dimana selama dua tahun membela Ducati, performa Rossi mengalami kemerosotan. Bukan hanya gagal juara saja, selama dua tahun tersebut, Rossi pun hanya mampu meraih satu kemenangan seri saja.
Tak mau karirnya jalan ditempat, pada tahun 2013 Rossi pun memutuskan untuk kembali ke tim lamanya Yamaha. Namun periode keduanya bersama Yamaha tidak berjalan mulus, dimana hingga tahun 2018 lalu, Rossi belum juga juara dunia lagi dan hanya sukses meraih tiga gelar runner up pada tahun 2014, 2015, dan 2016. Sinar Rossi seolah tenggelam di bawah sinar cerah pebalap muda Marc Marquez yang saat ini tengah mendominasi kelas utama Moto GP . Semoga saja pada tahun 2019 ini Rossi mampu mengakhiri dominasi Marquez dan sukses menjadi juara dunia lagi demi mengejar rekor delapan kali juara dunia milik pebalap legendaris asal Italia Giancomo Agostini.
Sekianlah pembahasan singkat kita kali ini mengenai sosok pebalap legendaris yang identik dengan nomor 46 bernama Valentino Rossi.

No comments:
Post a Comment