Zinedine Zidane atau yang sering dipanggil Zizou adalah sosok pesepakbola legendaris yang saat ini sudah pensiun dan sekarang tengah berkarir sebagai pelatih klub Real Madrid. Semasa aktif sebagai pesepakbola, Zizou merupakan salah satu pemain tengah yang tangguh dan memiliki skill tinggi. Zizou pun dianggap sebagai salah satu pemain tengah atau playmaker hebat yang pernah ada.
Zizou lahir pada 23 Juni 1972 di kota Marsielle, Perancis. Pemain berketurunan Aljazair ini memulai karir profesionalnya sebagai pesepakbola pada tahun 1989 bersama klub Cannes. Selama berkarir tiga musim bersama Cannes Zizou hanya mampu mencetak 6 gol saja. Pada akhir musim 1991/1992 Zizou memutuskan pindah ke klub Perancis lainnya yakni Bordeuax. Bersama Bordeuax, karir Zizou mulai menanjak dan menjadi salah satu pemain kunci bersama legenda Perancis lainnya Bixente Lizarazu. Selama 4 musim bersama Bordeuax Zizou sukses mencetak 28 gol serta sukses membawa klubnya menjuarai ajang Piala Intertoto tahun 1995 dan menjadi runner up Piala Uefa pada tahun 1996.
Setelah menjalani karir yang cukup baik bersama Bordeuax, Zizou resmi pindah ke klub raksasa Juventus. Bersama klub asal kota Turin ini, performa Zizou semakin berkembang pesat dan nama Zizou pun mulai dikenal seantero dunia. Bersama klub negeri pizza Juventus Zizou sukses meraih banyak gelar juara. Gelar gelar juara yang diraihnya antara lain dua gelar juara Liga Italia, satu gelar juara Supercopa Italia, satu gelar juara Piala Super Eropa, satu gelar juara Piala Interkontinental, dan satu gelar juara Piala Intertoto. Berkat penampilannya yang ciamik bersama Juventus, pada tahun 2001 Zizou direkrut oleh klub raksasa asal Spanyol Real Madrid. Saat itu Real Madrid harus mengeluarkan kocek sebesar 66 juta Euro untuk merekrut Zizou dari Juventus. Nilai tranfer tersebut sempat menjadikan Zizou sebagai pemain termahal di dunia sebelum pada akhirnya rekor tersebut dipatahkan oleh Cristiano Ronaldo pada tahun 2009.
Bersama Real Madrid prestasi Zizou semakin meningkat dan bersinar terang. Tercatat selama berseragam el real, Zizou sukses meraih 7 trofi juara yang salah satunya ialah gelar juara Liga Champions pada tahun 2002. Selain menjadi gelar pertamanya di ajang Liga Champions, gelar Liga Champions tersebut semakin terasa istimewa bagi Zizou karena ia sukses mencetak gol penentu di laga final menghadapi Bayer Leverkusen. Setelah berkarir selama 5 musim bersama Real Madrid, akhirnya pada tahun 2006 Zizou memutuskan pensiun sebagai pesepakbola.
Prestasi Zizou tak hanya di level klub saja, bersama timnas les bleus Perancis prestasi Zizou tak kalah mentereng dan ciamik. Zizou melakoni debut bersama timnas Perancis pada 17 Agustus 1994 yang saat itu tengah menghadapi Republik Ceko. Zizou kala itu masuk menggantikan Corentin Martins pada babak kedua. Setelah laga debutnya tersebut Zizou mulai rutin dipanggil timnas Perancis dan lambat laun mulai menjadi pemain inti. Kesuksesan terbesar Zizou bersama timnas Perancis terjadi saat ia sukses menjuarai ajang Piala Dunia 1998 dan disusul dengan gelar juara Piala Eropa tahun 2000. Berkat dua gelar juara tersebut Zizou dianugerahi gelar pemain terbaik dunia pada tahun 1998 dan 2000. Namun yang sangat disayangkan di akhir karirnya bersama timnas Perancis, Zizou mengalami kejadian yang ironis. Kejadian ironis tersebut terjadi di pertandingan final Piala Dunia 2006, kala itu Zizou mendapat kartu merah usai menanduk dada pemain timnas Italia Marco Materazzi. Tak hanya itu saja, di partai final tersebut Perancis mengalami kekalahan dari timnas Italia. Kekalahan timnas Perancis tersebut disebut sebut disebabkan karena kartu merah yang didapatkan oleh Zizou. Akan tetapi meskipun begitu, Zizou tetaplah pahlawan timnas Perancis dan sosoknya yang berkharisma akan selalu dikenang khususnya bagi masyarakat Perancis.
Setelah lama pensiun, sosok Zizou kembali menjadi sorotan saat ia ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid. Meski sempat diragukan oleh banyak pengamat, Zizou mampu menunjukkan kemampuannya sebagai pelatih. Selama 2 tahun lebih melatih Real Madrid, Zizou sukses meraih gelar juara Liga Spanyol pada musim 2015/2016 serta menghantarkan Real Madrid menjuarai Ĺiga Champions tiga kali berturut turut dari tahun 2016 hingga 2018. Capaian di Liga Champions tersebut menjadikan Zizou sebagai pelatih pertama yang mampu menjuarai ajang Liga Champions tiga kali beruntun. Setelah pada awal musim 2018/2019 Zizou sempat mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid, namun pada pertengahan musim 2018/2019 Zizou kembali menjadi pelatih Real Madrid menggantikan Solari yang sebelumnya telah dipecat oleh manajemen Real Madrid pimpinan Florentino Perez. Namun kehadirannya yang terlambat tak mampu mengangkat performa anak asuhnya yang pada akhirnya hanya mampu finish di peringkat 3 Liga Spanyol. Semoga saja pada musim 2019/2020 mendatang Zizou mampu kembali mengangkat prestasi klub yang ditanganinya menjadi lebih baik.
Sekianlah pembahasan singkat kita tentang sosok pemain dan pelatih sepakbola hebat yang bernama lengkap Zinedine Yazid Zidane. Semoga bermanfaat.

No comments:
Post a Comment